Sabtu, 26 Juli 2014

Taqlid Buta

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 
 
“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul’. Mereka menjawab, ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. ‘Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk…?” (Al Ma’idah: 104)
Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada kita tentang keadaan orang-orang musyrik, saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada mereka, “Marilah mengikuti Al-Qur’an dan mentauhidkan Allah, serta berdo’a hanya kepada Allah semata.”
Mereka kemudian menjawab, “Cukuplah bagi kami kepercayaan nenek moyang kami.” Maka Al Qur’an membantah mereka bahwa nenek moyang mereka itu adalah bodoh, tidak mengetahui sesuatu serta tidak mendapat petunjuk kepada jalan yang benar.
Mayoritas umat Islam, kini terjebak dalam taqlid buta ini. Pernah suatu kali, penulis mendengar ceramah. Penceramah itu mengatakan, “Apakah nenek moyang kalian mengetahui bahwa Allah mempunyai tangan…?”
Ia berdalih dengan kebodohan nenek moyang, untuk mengingkari. Padahal Al Qur’an telah menegaskan hal tersebut, sebagaimana firman-Nya tentang kisah penciptaan Adam ‘alaihis salam,
“Hai lblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tanganKu…?” (QS Shad: 75)
Tetapi, tidaklah tangan para makhluk menyerupai tangan-Nya, Allah berfirman,
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syuraa: 11)
Sekarang, ada lagi bentuk taqlid lain yang lebih berbahaya. Yaitu taqlid (ikut-ikutan) orang-orang kafir dalam kemaksiatan, buka-bukaan aurat, mode pakaian ketat, pakaian mini dan sebagainya.

Tidak ada komentar: